Sabtu, 11 Juni 2011

Live Report Kegiatan Hari ke-3 kuliah Praktek PLTP kamojang unit 4


Kegiatan di hari ke 3 ( Rabu – 8 juni 2011)
Dimulai dengan obeservasi kegiatan shift test harian yang terbagi atas 4 kegiatan utama, yaitu electrical, chemical dan utillity dan vacuum. Pada hari ke tiga kami mengikuti shift test pada bagian electrical.
Kegiatan dimulai dengan pengecekan main dan auxillary transformator. Main transformer ber-code TR 1411 merupakan jenis step up untuk menaikan tegangan dari generator ke switchyard. TR 1411 mengubah dari 13.8 KV menjadi 150 KV, merupakan tegangan switchyard dan selanjutnya di distrubusikan ke grid listrik PLN.
Gambar 1. TR 1411-step up trafo-main transformer

Shift test pada TR 1411 adalah pengecekan fire system, dan pengecekan transformator oil, yang terdiri atas test BdV (Breakdown Voltage) dan DGA (Dissolved Gas Analysis). BDV sendiri untuk melihat kemampuan tegangan tembus dari isolasi minyak pada trafo, sedangkan DGA digunakan unutk mengukur kandungan gas hasil pelarutan dari proses electric pada minyak. DGA test ini berfungsi untuk melihat keadaan trafo berdasarkan kandungan gas yang dihasilkannya, Perumpaan DGA test ini seperti cek darah pada manusia.

Setelah pengecakan TR 1411, dilanjutkan pengecekan TR 1412, TR 1413 dan TR 1414. TR 1412 memiliki tegangan keluaran 13.8 KV, sedangkan TR 1413 dan TR 1414 memiliki tegangan keluaran 6.3 KV. Jenis kedua trafo adalah step down, yang akan digunakan untuk kebutuhan host load PLTP sendiri, baik itu essensial dan non essensial load. Jenis belitan adalah ∆-Y. dan test yang dilakukan sama dengan test pada main transformer.
TR 1412-step down trafo-generato-13.8 KV
TR-1413/1414- step down trafo. 13.8 KV/6.3 KV

Setelah melakukan shift test pada transformer, kami melanjutkan ke ruang UPS (uninterruptable power suplay), merupakan sumber cadangan awal dari system yang akan menyuplay bagian essensial dari system PLTP. UPS berupa ACCU yang disusun seri dengan jumlah yang cukup banyak, yang akan akan mengahasilkan tegangan DC. Dari ACCU kemudian di hubungkan ke VSD yang akan mengubah tegangan DC menjadi AC. Sistem UPS adalah automatic, dimana ketika system berjalan dengan normal, UPS akan di charge oleh system, dengan batuan VSD, sumber AC system akan di jadikan DC untuk melakukan Charge pada ACCU. System UPS sebenarnya hanya digunakan untuk sumber sementara (energy compensator) selama PLT Diesel belum jalan, apabila PLT Diesel sudah berjalan, maka UPS akan dihentikan penggunaannya.
UPS room

Setelah dari ruang UPS dan ruang controlnya, selanjutnya adalah ruang PLT Diesel, yang merupakan kompensator daya AC dengan kapashiftas pembangkitan 400 KW. PLT Diesel ini digunakan untuk menyuplay daya essensial dan non essensial pada PLTP jika terjadi trip yang bekerja secara automatic untuk suplay beban.
DEG – 400KW

Setelah pengecekan di DEG (diesel emergency generator), kami melanjutkan ke oil system untuk bagian turbin. Oil system turbin adalah system penyediaan oil pada turbin yang berfungsi untuk mengurangi drag pada trubin ketika berputar dan juga sebagai pendingin. System oil pada trubin ini dilakukan secara rotary sehingga minyak selalu bersikulasi untuk menghilangkan panas dan efek drag pada turbin. Pengaturan oil system dilakukan secara system valve, bukan dengan VSD, sehingga system ini masih memiliki control yang kurang efisien.
Turbin Oil system

Valve control

Dari pengecekan pada oil system turbin, dilanjutkan ke turbin house, yang berisi komponen turbin dan generator. Turbin pada system PLTP kamojang hanya berupa system HPT (High Pressure Turbine). Dengan menggunakan dua nozzle yang masing-masing nozzle diatur oleh dua valve, dimana valve butterfly sebagai governor, dan valve gate digunakan sebagain on-off uap ke turbin. Seperti sudah dijelaskan diatas, turbin disuplay oleh dua nozzle uap, yang mana antar nozzle memiliki sudut pancar 1800. Turbin PLTP kamojang akan menghasilakan putaran sebesar 3000 RPM, yang artinya system generator adalah pole.
Turbine

Generator pada PLTP memiliki kapashiftas pembangkitan 60 MW. Dengan kecepatan putar poros 3000 RPM, maka bisa dibayangkan berapa besar torka pada generator ini. Setelah diukur di CCR, rata-rata keluaran V masing-masing phasa adalah dalam kisaran 7.90-7.98 KVLN atau 13.7-13.9 KVll. Dengan arus keluaran sebesar 2640-2750 A. pada saat pengecekan hari ini, kami mendapatkan daya keluaran generator sebesar P = 62.88 MW, Q = 9.55 MVAR, dan f = 49.94 Hz.
Generator

Dalam system PLTP kamojang, pengaturan nilai efficiency diatur dengan dua proses yaitu AVR dan APFR, dengan melihat nilai Q yang terdistrubusikan pada grid, dan juga dengan AVR, APFR, langkah selanjutnya yang akan dilakukan untuk mengurangi fluktuasi tegangan adalah tap changing pada main transformer. Pada hari ini pengaturan dilakukan dengan AVR, dengan APFR 0.99, dan tap pada level 15 atau setara dengan tegangan 140 KV

Generator output

Begitulah shift test electrical yang kami lakukan di hari ketiga, berhubung tidak ada test komponen pada hari ini, maka  kegiatan kami pada hari rabu berakhir disini.

1 komentar:

JAI PRANATA mengatakan...

mas, maaf boleh saya minta alamat emailnya!

Posting Komentar