Senin, 30 Mei 2011

Ceritanya Sih KP ceria 1 ( bruder PLN APD BANDUNG)

Gak kerasa kami uda memasuki minggu ke-2 kerja praktik di PLN APD Bandung terhitung dari 23 mei 2011. Sesuai dengan namanya, APD (Area Pengatur Distribusi) merupakan suatu jawatan yang memegang tanggung jawab terhadap pengaturan distribusi listrik dari P3B menuju ke APJ masing-masing. Di tempat ini kami mengambil divisi Gardu Induk (GI) 20kV, dengan pembimbingnya yang baik, humoris, dan ga pelit bagi ilmu. Indikator ga pelit ilmunya dapat dilihat dari satu hal yaitu: belum kami tanya pun uda mulai menjelaskan, dari A-Z tentang gardu induk, kadang diselingi dengan pengalaman-pengalamannya mengabdi di PLN sejak tahun 1982. Selain divisi GI, ada lagi divisi lain seperti SCADA dan IT.

Minggu pertama KP diisi dengan pengarahan dari pembimbing kami itu, mulai dari penjelasan scope kerja APD sampai ke submateri dari Gardu Induk. Pembahasan mengenai gardu induk dibagi menjadi beberapa yaitu proteksi, pengendali, CB atau PmT, Feeder atau Penyulang, maintenance, dan akhirnya kami pun memilih proteksi sebagai bahan laporan kami nanti. Ilmu yang dimiliki pembimbing kami itu sangat tinggi, beliau tahu mengenai seluk-beluk GI, jadi mau ga mau kami harus banyak baca buku/referensi biar bisa sedikit menanggapi omongan dari pembimbing.

contoh CB

penyulang masuk (feeder)


Hal yang ditekankan adalah mengenai "9-3-45" yang artinya:
maximal 9 kali gangguan/tahun
jika tejadi gangguan, 3 jam harus bisa beres
dalam 45 menit, petugas harus sampai di lokasi.

Untuk memperlancar program ini maka APD selalu standby 24 jam untuk mengatasi gangguan. Beruntung bahwa pada tahun ini gangguan (fault) sangat jarang terjadi. Gangguan paling sering terjadi pada tahun 2009 dimana mobil-mobil PLN APD setiap hari selalu jarang nangkring di parkiran PLN, gara-gara mesti pergi ke tempat gangguan.

Nah, minggu kedua ini, Senin 30mei,  kami diberi kesempatan untuk melihat proses pemeliharaan CB di Gardu Induk. GI yang kami datangi adalah GI Ujung Berung. dari jam 7.05 uda standby di kantor (padahal biasa masuk jam 9). Kami terlalu bersemangat sampai datengnya pun kepagian. Saking bersemangatnya pun ada yang lupa mandi dan sarapan, langsung cabut ke kantor. Setelah nyampe kantor ternyata berangkatnya agak siangan, jam 8.30. Akhirnya makan dulu kami di bubur ayam depan kantor.

nyampe di Gardu Induk Ujung berung


Jam 8.30 cabut pake mobil dinas, nyampe GI jam 9. GI ini terletak di jalan cileunyi kilometer sekian (ga nyatet euy). Sekitar 3 km dari bundaran cibiru dan 2km lagi sebelum Jatinangor. terus diajak keliling-keliling dulu. GI secara umum ada 2 bagian, bagian luar (primer) dan dalam (sekunder). Bagian sekundernya sebesar 20 kV. di bagian ini terdapat banyak CB.
 
Ada tiga jenis CB yang dipakai di GI ini, antara lain:

1. MG (Merlin Gerin)
Rating 630 A, dengan sambungan busbar selebar 3jari telapak tangan orang dewasa (jempol dan kelingling ga masuk ukuran) yang berupa logam Cu. Cu murni bersifat agak lunak maka untuk menambah kekerasan, ditambahkan sedikit logam pengotor agak menjadi rigid. Jenis ini pakai SF6 sebagai isolasi. Secara umum SF6 uda ga dipake lagi buat isolasi karena memlilki dampak ke ozon.

CB merlin Gerin


2.Siemens
Rating sama seperti MG, merupakan jenis CB yang paling banyak dipakai di GI ini.

3.GE (General Electric)
Rating arus 1200A, merupakan CB paling tua dan uda ga dipake lagi. FYI, CB ini dibeli bekas oleh PLN tahun 1982 gara-gara di amrik sana uda ga dipake lagi. Kebayang ga CB ini dibikin tahun berapa?

Pemakaian CB disesuaikan dengan beban, baik itu resistif, kapasitif maupun induktif. Pengaturan ini dimaksudkan aga terjadi keseimbangan dalam mengalirnya arus listrik alias simetris kanan-kiri.

Perawatan yang dilakukan sebenarnya cukup sederhana. Bagian luar CB dibersihkan dari debu oleh cairan khusus bernama Pipol. Sebagai gambaran, debu yang ada cukup tebal, ketika menggores sedikit di bagian luarnya, tangan kami langsung coklat karena tebalnya debu. Debu itu agak berbahaya juga. Debu bisa bersifat semikonduktor sehingga ada kemungkinan meneruskan busur api sehingga kerusakan tambah parah. Cairan Pipol ini bersifat membersihkan dan juga sedikit menambah isolasi. Bagian dalam Cb disemprot dengan cairan WD  (WD40) untuk menambah ketahanan terhadap karat. Maintenance untuk CB diakukan setahun sekali jadi wajar aja debunya agak tebal.

Setelah dibersihkan, maka dilakukan pengujian tahanan kontak. Alat yang dipakai bermerk Vanguard dengan harga (yang katanya) ratusan juta. Bentuk seperti blackbox di pesawat (warna oranye). Alat ini melakukan rectifikasi tegangan jala-jala menjadi DC, selain itu alat ini juga sebagai sumber arus dan juga melakukan perhitungan digital tahanan kontak sesuai hukum ohm. Lebih menarik lagi, alat ini bisa memunculkan print out dari hasil pengukuran atau perhitungan.

Pengukuran yang didapat sbb:
100 A -> 37.3 mikroOhm
200 A -> 42.8

Masalah yang kami dapat hari ini:

1. Pengukuran yang dilakukan tidak sesuai rating 630A, hanya 100A.
2. Besar Tahanan Kontak (TK) yang seharusnya tetap malah berubah sesuai besar injek arus
3. Dari data diatas, berapa TK yang didapat jika diinjek arus rating 630A?
4. Kabel dari alat pengukur ke CB lumayan panjang, adakah terjadi jatuh tegangan?
5. Di GI ini banyak sekali peralatan yang tidak terpakai seperti CB, CT dan kabel-kabel tembaga. Ketidakadaan gudang menyebabkan alat-alat tersebut disimpan di GI bagian dalam. Nah ada ga solusi buat hal ini?

Gak kerasa waktu nunjukin jam 11.30, kami pun kembali lagi pulang setelah membereskan semuanya. Nyampe kantor di bandung jam 12 lewat dikit. Ada beberapa pembelajaran yang kami dapat. Ada banyak kata "OH" juga yang diucapkan. Mungkin kawan yang lain bisa nambahin cerita KP hari ini. Ayo semangat bikin laporannya! :)

Jabat Erat.

(Simon, Ramos, Harry, Jimmi)

3 komentar:

zasfaried mengatakan...

mantap coy, kalo yang laen ada waktu, posting juga donk keadaan KP nya, biar kita-kita juga bisa saling bertukar pengalaman sodara2

Tony Eka mengatakan...

keren, jadi pengen cepet-cepet KP (biar cepet pulang)...

ardhyan mengatakan...

nice gan...:D

Posting Komentar